KELOLA BIO GAS ALAMI DI KABUPATEN GROBOGAN

Metro Realita Grobogan
MENINGKATNYA jumlah penduduk dan taraf hidup masyarakat, memerlukan lebih banyak energi untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan energi sebenarnya tidak lain adalah energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan dan mendistribusikan secara merata sarana-sarana pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Meski kayu bakar terbatas dengan berkurangnya hutan sebagai sumber kayu. Tapi, dengan meningkatnya jumlah penduduk, terutama yang tinggal di perdesaan, kebutuhan energi rumah tangga masih menjadi persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya.
Kecamatan Ngaringan yang memiliki 12 Desa antara lain Desa:1 SARIREJO,2 KALANGDOSARI,3 NGARAP – ARAP,4 NGARINGAN,5 SENDANGREJO,6 KALANGLUNDO,7 TRUWOLU,8 P E N D E M,9 BANDUNGSARI,10 TANJUNGHARJO,11 B E L O R,dan 12 SUMBERAGUNG memiliki potensi cukup bagus dalam produksi biogas.Kabag Humas beserta jajaranya dan wartawan se Kabupaten Grobogan Rabu (7/10) mengadakan kunjungan kerja di Kecamatan Ngaringan , tepatnya di Dukuh Pangkalan Desa Ngaringan. Di dusun tersebut telah dilakukan kegiatan industri pembuatan Biogas. Dimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dusun tersebut yaitu dapat digunakan untuk memasak, menggantikan dapur kayu atau kompor minyak dan atau kompor gas. Dari kegiatan ini telah meringankan beban masyarakat dari pengeluaran untuk konsumsi dalam memasak. Permasalahan kebutuhan energi perdesaan dapat diatasi dengan menggunakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diperoleh dari lingkungan sekitar dan bersifat dapat diperbaharui. Salah satu energi ramah lingkungan adalah gas bio yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik akibat aktivitas bakteri anaerob pada lingkungan tanpa oksigen bebas. Energi gas bio didominasi gas metan (60% - 70%), karbondioksida (40% - 30%) dan beberapa gas lain dalam jumlah lebih kecil.
Hardiyono Ketua Kelompok Tani Sido Makmur menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah dimulai sejak tahun 1995, sampai sekarang telah mempunyai anggota 110 orang anggota dan 2 kandang dengan jumlah sapi 37 ekor sapi. Sampai sekarang telah berkembang menjadi 300 ekor sapi.Secara prinsip pembuatan gas bio sangat sederhana, yaitu memasukkan substrat (kotoran sapi) ke dalam unit pencerna (digester) yang anaerob. Dalam waktu tertentu gas bio akan terbentuk yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk kompor gas. Sapi merupakan hewan yang umum dipelihara sebagai salah satu sumber mata pencaharian di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan dan potensi kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan gas bio cukup besar,
Lebih lanjut mengatakan bahwa pembuatan biogas adalah kegiatan yang sederhana dan mudah, hanya saja alat yang dipakai untuk produksi harganya masih mahal, sehingga belum terjangkau bagi kelompoknya.Teknik yang dipakai dalam pembuatan biogas adalah :
Satu bagaian kotoran sapi dicampur dengan air ,Kotoran sapi harus bersih dari kotoran yang lain, ini untuk menghasilkan gas yang optimal,Setelah diaduk kemudian dimasukkan di gester beberapa desain digester yang telah dikenal dan umum digunakan adalah jenis fixed dome dan floating drum. Tapi, mekanisme operasional kedua unit biodogester ini termasuk mahal dan proses pembuatan dan operasionalnya membutuhkan tenaga ahli, karena memiliki konstruksi digester alternatif yang lebih sederhana dan mudah pengoperasiannya,Pengisian secara bertahap, setengah dahulu, kemudian baru sedikit demi sedikit sampai penuh ,Proses biogas 5 sampai 10 hari ,Setelah itu gas dapat ditampung dipenampungan gas yaitu tabung gas ,Baru gas disalurkan untuk memasak. Untuk melihat sisa gas apakah habis, ataupun masih banyak, warga memakai alat ukur dan selang berisi air. Jika gas penuh, maka air akan meluap hingga angka 100 centi. Namun jika gasnya sedikit airnya tidak akan naik.Selain menghasilkan gas sisa kotoran dapat digunakan untuk pupuk kandang dan dapat digunakan untuk pupuk cair, berguna untuk pemupukan tanaman. Kegiatan yang lain dari kelompoknya adalah pembuatan lumbung padi, tujuan dari pembuatan ini adalah untuk mencukupi kebutuhan saat paceklik. Sampai sekarang lumbungnya telah dapat menyimpan beras 5 ton 2 kw 25 kg padi.
Harapannya pemerintah daerah dapat memberikan bantuan modal, sehingga kebutuhan akan alat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan gas masyarakat dapat terpenuhi. (Gus Murgan)

Metro Realita News

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...