wong grobogan
Kekayaan Alam Daerah Grobogan
HOME INDUSTRY MUKENA BERKEMBANG
DI SELO TAWANGHARJO
Metro Realita Grobogan
Ibadah akan semakin berwarna dan khusyu dan kitapun makin bertambah semangat untuk beribadah ,Maka paradigma masyarakat dapat berubah setelah adanya penggunaan Mukena sebagai pencitraan bernuansa islami. Masyarakat bisa dapat menyadari bahwa kebersihan dalam beribadah, apalagi ingin berhadapan dengan Allah swt, merupakan faktor penting dalam agama Islam. “Kalau dari hal kecil seperti menjaga kebersihan fisik ini saja pasti dapat kita jaga, bagaimana dengan kondisi spiritual, mental dan yang lainnya.Meskipun kab.Grobogan termasuk daerah agraris, dimana sebagian besar penduduknya bercocok tanam akan tetapi dibeberapa tempat masih bisa dijumpai industri baik yang bersekala besar maupun kecil. Misal seperti halnya di kecamatan Tawangharjo yang memiliki 10 desa antara lain 1 PULONGRAMBE ,2 MAYAHAN ,3 J O N O ,4 S E L O ,5 TAWANGHARJO ,6 T A R U B ,7 P O J O K ,8 PLOSOREJO ,9 G O D A N ,10 KEMADOHBATUR ,namun tepatnya di desa Selo tersebut maka akan kita jumpai industri mukena yang cukup menarik dan unik.Meskipun industri ini termasuk industri rumah tangga (home industry ) akan tetapi dari jumlah produksinya cukup banyak bahkan mampu menembus pasar luar kab. Grobogan seperti Kabupaten Pati ,Kudus ,Jepara bahkan sampai bandung
Pers rilis yang diadakan oleh Kabag Humas Pemda Grobogan, beserta jajarannya dan para jurnalis (07/10) mengadakan kunjungan ke desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Industri yang telah berkembang sejak tahun 1995 sampai sekarang perkembanganya semakin baik. Telah diproduksi berbagai hasil seperti seperti mukena, kerudung, perlengkapan seragam sekolah.Proses produksi industri mukena sebenarnya dekat dengan jantung kota Purwodadi sekitar 13 Km kearah timur tepat pada perempatan makam Ki Ageng Selo RT 05 RW II desa Selo Kecamatan Tawangharjo.
Menurut keterangan Muhammad Ulin Luha selaku pemilik industri mukena pihaknya mulai merintis usahanya pada tahun 1992 bersama istrinya yang bernama Fathonah. Industri Mukena yang dimilikinya diberi nama An – Nabilla yang disesuaikan dengan nama anaknya yang pertama.Pada awal menjalankan usaha Ulin Luha cukup banyak kendala yang dihadapi dari modal yang pas – pasan, tenaga, dan pangsa pasar yang semuanya perlu dihadapi dengan kesabaran dan keuletan. Berkat dukunyan dari istrinya lebih – lebih saran dari tokoh masyarakat yaitu istri Kyai Kholil dan Masruri agar usaha mukenanya tetap dijalankan ditekuni lambat laun akhirnya mulai banyak dikenal. Kebetulan kedua istri kyai tersebut memang menguasai dalam membuat mukena ( rukuh perlengkapan shalat )Pada waktu itu Ulin Luha dalam menjalankan usahanya hanya dengan bermodal satu mesin jahit manual. Dan mula – mula hanya focus pada pembuatan kerudung saja. Lebih- lebih waktu itu pernah terjadi krisis moneter sehingga cukup berdampak pada usaha yang baru saja dirintisnya. “ Ya cukup terasa adanya krisis moneter apalagi usaha kami baru mulai.” Jelas Muh.Ulin Luha dihadapan wartawan yang datang di rumahnya. “ Akan tetapi dengan sabar dan istiqomah kendala yang ada tetap bisa dihadapi.” Imbuhnya.
Setelah krismon berlalu dan kondisi ekonomi mulai pulih Ulin Luha mencoba membeli 1 mesin bordir yang kebetulan istrinya cukup menguasai soal bordir – membordir.Setelah memiliki mesin bordir Fathonah mencoba memadukan kreasinya bordir pada mukena yang sudah ia kuasainya. Akhirnya tercipta suatu bentuk kreasi yang menarik dan cantik pada industri mukena An – Nabilla milik Muh Ulin Luha.Pada perkembangannya industri kerudung dan mukena cukup baik. Ini terbukti sampai saat ini mampu menyerap tenaga kerja sekitar 12 pekerja. Dan kebanyakan yang bekerja disana rata – rata dari desa setempat.Adapun penggajian untuktenaga kerja menggunakan system borongan.Apalagi setelah mendapat bantuan dari Pemkab. Grobogan melalui Bapermas sebesar Rp.7.500.000,00 jumlah mesin bordir sekarang bertambah lagi. Semula ada 5 mesin bordir sekarang menjadi 6 mesin bordir. Dengan 6 mesin bordir jumlah produksi mukena semakin bertambah banyak sehingga peluang pasar semakin terbuka. Sedangkan pangsa pasar kerudung dan mukena An – Nabilla mulai kerkembang dengan pesat. Untuk pedagang yang mengambil kerudung dan mukena An- Nabilla cukup beragam. Disamping pedagang local seperti Purwodadi, Godong, Tegowanu, dan Karangrayung pedagang dari kota – kota besar seperti Semarang dan Kudus juga ada yang mengambinya. Untuk harga kerudung cukup beragam apalagi mukena sangat berfariasi.Ada yang berharga Rp.100.000,00 bahkan yang termurah hanya Rp.25.000,00 saja. Untuk harga tengah bisa dari Rp.75.000,00 sampai Rp. 35.000,00. Bahkan untuk mukena anak – anak cukup dengan harga Rp.15.000,00 saja sudah bagus dan cantik.Industri ini telah menyerap tenaga kerja dan pendapatan masyarakat sekitarnya, sehingga peran Pemda Grobogan adalah untuk mengadakan pembinaan dan pelatihan, sehingga industri ini akan terus berkembang.Selain itu usaha ini akan terus dikembangkan dengan cara perluasan usaha dan pemberian mesin kepada masyarakat yang mempunyai ketrampilan di bidang tersebut. Untuk itu mengharapkan bantuan modal kepada pemerintah daerah, sehingga dapat meningkatkan usahanya dan dapat menyerap tenaga kerja.(gus Murgan)
DESA LAJER PENAWANGAN JEMBATAN RUSAK PARAH
Banyak warga tergelincir ,terperosok ke jalan yang rusak,dimungkinkan bahwa ruas jalan desa Lajer semakin hari bakal kembali menelan korban.Seperti jalan Dusun Ketawar sampai desa Karangsono melajur sepanjang 6 Km jalan rusak parah hingga tak dapat di lalui kendaraan roda empat .Padahal Desa Lajer Kecamatan Penawangan memiliki 12 Dukuh yang terdiri dari 42 RT dan 10 RW untuk wilayah pertanian didapatkan aliran mata air irigasi Waduk Sidorejo aliran yang merupakan aliran terkecil dari pusat muara Waduk Kedungombo sehingga bila musim kemarau petani dapat menghasilkan hasil pertanian 1 kali padi 2 kali Palawija setiap tahunya.Bahkan sebagian masyarakat masih juga kekurangan air dari irigasi WKO tersebut ,sebagian lahan pertanianya menggantungkan air dari tadah hujan.Desa Nglajer tidak didukung adanya potensi jalan yang layak ,dan ini merupakan Daerah yang miskin se Kecamatan Penawangan dari hasil lelang bengkok desa tiap tahun menghasilkan sekitar 19 juta sampai 22 juta hal ini menyebabkan keterlambatan waktu tenaga dan biaya ,”
Fasilitas penghubung jalan dari Dukuh Kedungrau sampai Dusun Brumbung Desa Telawah Karangrayung tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ,hal ini menyebabkan sulitnya warga dari Brumbung maupun karang rayung untuk mengadakan aktifitas seperti ke pasar atau ke Desa lain.Kepala Desa Lajer Kecamatan Penawangan Nahuri kepada Metro mengatakan.”Kami berharap untuk masa depan warga masyarakat Desa Lajer untuk segera dibuatkan Jembatan tersebut Permanen ,hal ini bertujuan agar aktifitas masyarakat pulih seperti jalan desa yang lain ,bayangkan jembatan gantung seperti itu hanya bisa di lewati oleh orang pejalan kaki saja ,bahkan bila ada yang naik sepeda angina harus turun ,karena kondisi jembatan tersebut sudah tidak aman ,artinya selalu bergoyang bila ada yang lewat ,sayakhawatir bila musim penghujan bendungan lanang bila tertutup pasti dapayt menggenangi Jembatan tersebut ,pihak kami khawatir bila saat musim hujan warga bisa terseret arus yang kuat.Warga desa kami juga berupaya membangun jembatan tersebut dengan cara sewadaya karena jembatan tersebut berdiri menggunakan tanah Genengan (tanah yang tidak ada pemiliknya-Red)
Kendati demikian warga hanya pasrah sambil berharap realisasi infrastruktur Jembatan di benahi bahwa Sepanjang Jembatan tersebut sampai 65 m dengan lebar 3 m belum dapat bantuan dari Pemda Grobogan.Jembatan dapat di pastikan tidak aman bagi para pengguna sehingga mengakibatkan tingkat kerawanan.Selain Jemabatan yang kurang memadai ,Jalan Desa Lajer kurang optimal sehingga kerusakanya sudah mencapai 75 % ,terlebih menjelang masuknya musim penghujan, beberapa titik yang menjadi pantauan tingkat kerawanan terletak di Desa Lajer dan perbatasan dukuh pelosok pedalaman perbatasan desa Karangsono untuk dapat menjadi prioritas dalam meminimalisir adanya tingkat Kecelakaan.
Kepala Desa Lajer Kecamatan Penawangan Nahuri (43) mengatakan.”akan tetap Konsisten dalam menanggapi usulan dan keluhan masyarakat terhadap Jembatan serta jalan yang rusak ,pihaknya sudah berusaha untuk memperbaiki dengan cara Swadaya ,namun dengan melebarkan jembatan agar rutinitas penduduk dapat terkendali membutuhkan sarana dan prasarana yang besar ,seperti biaya rehab jembatan maka kami berharap agar pemerintah dalam hal ini dapat segera langsung terjun kelapangan melihat kondisi warga kami,Dalam waktu dekat kami juga akan berusaha membuat permohonan yang akan kami berikan ke Bupati ,DPRD Grobogan yang mana sebagai wakil rakyat juga PU Bina Marga yang membidangi adanya Proyek Jalan dan Jembatan untuk segera turun tangan memikirkan nasib warga.”Ungkap Kades (GUS MURGAN)
WARGA DESA NGABENREJO BUTUH PAL LISTRIK
Kondisi makin memburuk tahun demi tahun sedikitpun belum tersentuh,namun upaya yang dilakukan sudah maksimal ,sebenarnya ini adalah persoalan kecil namun bila dibiarkan terus menerus akan bertambah runyam.Puluhan warga Desa Ngabenrejo Dukuh Gareh Kecamatan Grobogan menghendaki agar Pemerintah Kabupaten Grobogan segera merealisasi bantuan PAL Listrik masuk desa.Namun bertahun tahun upaya sudah dilakukan oleh Kepala desa untuk memenuhi tuntutan masyarakat dengan jalan membuat permohonan ke Bupati Grobogan.Ironisnya sampai12 Desember tahun 2009 penduduk Dusun Gareh belum ada penerangan listrik.
Grobogan Musim Paceklik
MUSIM PACEKLIK ,PETANI GROBOGAN PANEN GRAGAL (LEMAH LEMPUNG)
Metro Realita Grobogan
Musim kemarau yang saat ini melanda wilayah Jateng menyebabkan kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah. Meskipun demikian petani Grobogan masih bertahan untuk hidup memanfaatkan areal persawahanya yang kering untuk dijual gragalnya.Lumayan setiap satu Rit Truk bisa mendapatkan uang Rp 125 .000,kata ngadiyo petani asal desa penawangan kabupaten Grobogan.Ngadiyo pemilik lahan di sebelah selatan jalan penawangan purwodadi tepatnya di 1 m timur kali serang demi mencukupi keluarga mengandalkan hasil dari pertanian namun semenjak musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Grobogan ,saat ini beralih profesi sebagai penjual Gragal ,Bila musim kemarau berkepanjangan tidak cocok jika petani menanam padi kecuali untuk daerah yang memiliki sumber mata air. Menurutnya, air yang tersedia terbatas sehingga tanaman padi kurang efisien. "Tanaman padi, kurang efisien karena air yang tersedia terbatas shinga areal sawah ini kami manfaatkan untuk dijual gragalnya”ungkap Petani Ngadiyo Namun, lanjut ngadiyo, untuk kebutuhan sawah biasanya mendapat aliran air dari kedung ombo,karena kemarau seperti ini sumur pantek maka untuk mencukupi kebutuhan air saya sementara membuat sumur pantek.
Keadaan seperti ini yang membuat air sulit didapat mulai dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Grobogan karena seenjak 3 bulan berturut turut belum ada hujan. Lebih Parah lagi lokasi di kecamatan Ngaringan ,Pulokulon dan Kecamatan Kradenan ,sebagian besar warga membeli air keliling hingga ratusan ribu harus di keluarkan ,keadaan ini membuat warga merasaprihatin hingga mandi menggunakan air bersih (air minum galonan aqua-Red)Seperti yang dialami Rukiyem”saya hanya mampu beli galonan air saja sekitar Rp 3.500 sampai 4000,-untuk memenuhi kebutuhan memasak dan bila peru saya gunakan untuk mandi bila sudah tak ada air ,Jika warga yang punya duit bisa membeli air tangki yang dijual keliling. Satu tangki ada yang Rp 100.000,- untuk digunakan selama 2 minggu”uang yang saya dapat dari jual gragal hanya cukup untuk membeli air saja.”ujar Rukiyem (Gus Murgan)
Terbanyak Formasi dan Terbanyak Pendaftar
Grobogan Metro Realita
Desa Karangsari Kecamatan Brati yang dipimpin oleh kepala desa Setyo Hadi sudah menjabat menjadi kades 2 periode ternyata lebih di suka warga,sosok kepala desa yang masih muda lebih suka bergaul dengan warga dengan memberikan program program yang positip dan seorang yang dikenal juga dipandang dermawan,berbagai aktifitas dilakukan bahkan dalam menjalankan pekerjaan sebagai Kepala Desa Karangsari seperti terlaksananya pembangunan jalan yang di sokong penuh dengan dana pribadi selain itu Setyo Hadi lebih mudah ditemui dalam memberikan pelayanan kemasyarakatan.Fakta yang terjadi di lapangan bahwa Kades yang dikenal sederhana ini sudah menciptakan pembangunan infrastruktur jalan ke seluruh pelosok desa.
Selain kepolosan dan sederhana Setyo Hadi sering memikirkan kepentingan orang banyak dalam kegiatan sehari hari seperti dalam memberikan pengayoman kepada warganya tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apapun.Hasil liputan di lapangan oleh Kru Metro Realita membuktikan saat Metro menemui St (32) salah satu warga di warung makan dekat balai desa Karangsari.”kami juga ikut tentram hidup di pimpin oleh pak lurah,karena pak lurah bisa ngayomi warga selain itu juga sering membantu warga yang tidak mampu ,seperti ada jalan yang rusak ,bahkan kepada anak yang putus sekolah ,sering pak lurah juga bisa menyelesaikan segala sesuatu permasalahan pada warga seperti bila ada pertikaian antar warga bila pak lurah datang pasti aman,bahkan pak lurah juga mudah ditemui karena sering ngantor ,jadi dalam hal pelayanan pengurusan surat surat selalu ramah dan tidak pernah mempersulit bahkan meminta imbalan atau jasa ”ungkap warga karangsari
Desa Karangsari yang dikenal subur dan tentram ini sebagian masyarakatnya bekerja sebagai petani ,bahkan Desa Karangsari tak pernah kekurangan Pupuk sebagai penyubur areal sawahnya.Hingga pada Senin (7/12) pukul 08.30 WIB ,Dalam ujian tes penyaringan perangkat Desa berlangsung aman dan tertib.Pelaksanan ujian perangkat desa Karangsari jumlah semua peserta yang mendaftar 25 orang sedangkan formasi 10 orang ,yang terdiri dari 3 kadus 1 Kaur dan 6 modi.Diantaranya masing masing yang mendapat nilai tertinggi dan berhasil lulu ujian penyaringan perangkat adalah Suyatman Formasi Kadus Karangsari dengan nilai 55 ,Supriyanto Formasi Kadus Panjunan dengan nilai 71,Bambang Sugiyanto formasi Kadus Pulorejo dengan nilai 71 ,Mustofa Formasi Kaur Kesra Desa Karangsari dengan nilai 61,Sudarsono Formasi Modin Karangsari mendapat nilai 65,Ali Rahmadi Formasi Modin Panjunan mendapat nilai 67,Mulyono Formasi Modin Jabing mendapat nilai 80,Hadi Riyanto Formasi Modin Sawit dengan nilai 74 ,Edy Susilo Formasi Modin Mangonan dengan nilai 76,Arif Kurniawan Mardiyono Formasi Modin Pulorejo dengan nilai 81.Ujian Pelaksaan tes perangkat desa yang di pimpin langsung oleh ketua panitia Emi Sugiyati berjalan jujur dan adil ,sehingga kondisi Desa Karangsari dalam keaadaan kondusif.
Setyo Hadi Kades Karangsari saat ditemui Metro Realita mengatakan.”semua ini merupakan ujian pelaksanaan perangkat desa yang nantinya bagi yang dapat terpilih agar dapat lebih memikirkan kepentingan warganya ,ini merupakan kecerdasan mereka masing masing yang dilaksanakan secara terbuka untuk dapat mengejar potensi dan kecerdasan masing masing peserta ,bagi mereka yang belum terpilih juga harus menerima kekalahan dan bagi yang menang juga harus segera bersiap untuk dilantik supaya menjadi seorang pemimpin yang dapat memberikan pelayanan baik dalam segala hal,karena jabatan yang baru disandang adalah merupakan amanah sehingga bila kita berjalan dengan baik jujur dan ikhlas akan mendapat suatu barokah.”ungkap Kades. (Gus)
PELANTIKAN PERANGKAT DESA WATUPAWON KONDUSIP
Ujian perangkat desa sudah usai hingga sabtu (19/12) pukul 09.30 WIB balai desa watu pawon dipenuhi oleh pengunjung.Dalam keadaan tenang dan nyaman semua bergembira baik yang menang dalam ujian tidak besar hati dan bagi yang kalah juga menerima atas kekalahanya.Formasi yang dibutuhkan desa Watupawon untuk dapat memberikan pelayanan terhadap masyarakat adalah dibutuhkan perangkat antara lain 2 kadus 2 kaur pemerintahan 1 jogoboyo dan 1 mudin.
Calon Perangkat desa terpilih Watupawon di lantik oleh kepala desa Priyo Suparmo disaksikan oleh tim pengawas kecamatan (muspika) yang terdiri dari Koramil ,Kepolisian ,Tokoh masyarakat LSM ,Pers,serta Tim independent Kabupaten Grobogan.
Dalam acara tersebut ,segenap ibu penggerak PKK ,serta Istri Perangkat Desa Terpilih ikut menyaksikan jalanya pelantikan tersebut,Terlebih perangkat desa hadir di balai desa dengan mengenakan pakaian seragam Jas lengkap dengan kemeja putih mengenakan sepatu warna hitam.Kepala desa watu pawon terharu menyaksikan pelantikan tersebut Dalam sambutanya Kades Watupawon Priyo Suparmo mengatakan.”Kami mengucapkan selamat dan sukses terhadap perangkat desa yang baru menduduki jabatan ini,bahwa sesungguhnya jabatan adalah amanah ,semoga kedepan dapat membantu dalam tugas kepala desa seta dapat menciptakan desa watupawon lebih maju dalam bidang keagamaan ,olahraga dan hidup selaras bersama masyarakat.”ungkap kepala desa
Kondisi demikian kepala desa melinagkan air mata,terenyuh melihat perangkat yang masih muda ,dilantik dib alai desa dengan penuh keceriaan dan kebagahagiaan yang mendalam ,Terlihat para istri Perangkat Desa juga tersenyum bahagia dengan penuh keikhlasan dan bisa saling menjaga kebersihan hati.Hal ini juga langsung dapat dibuktikan saat pelantikan bahwa kepala desa Priyo Utomo merupakan sosok kepala desa yang memiliki tanggung jawab ,kedisiplinan besar dan lebih suka mementingkan kepentingan masyarakat.
Dalam sambutanya Camat Penawangan Djamin S.Sos mengatakan ,setelah pelantikan ini maka kita harus mengambil hikmahnya ,semua perangkat yang diuji dalam tes ternyata mendapatkan nilai tertinggi ,maka semua kepandaian ,bakat dan ketrampilan harus kita gunakan yang sebaik baiknya demi memberikan pelayanan masyarakat ,kita disini sama yaitu memiliki jabatan sebagai amanah yang perlu di syukuri ,agar mampu menciptakan pembangunan pada sector pertanian ,infrastruktur jalan serta menjaga ketertiban umum ,Desa Watu pawon adalah desa yang makmur sehingga kedepan mampu menjaga lingkungan yang indah dan asri ini,semua yang kita miliki adalah tanggungjawab yang di emban demi hidup saling kompak ,gotongroyong serta menjaga iklim yang kondusip.”ungkap Camat Djamin S Ssos (Gus Murgan)
Jangkungharjo ,2 FORMASI DAN 10 PENDAFTAR
Hasil Koreksi Ujian Perangkat Desa Jangkungharjo Kecamatan Brati yang dilaksanakan pada hari Senin (7/12) tahun 2009 berjalan tertib.Kekosongan 2 formasi tersebut antara lain Kaur keuangan dan Kaur umum ,peserta ujian perangkat terdiri dari 10 orang ,diantaranya Jumali Kaur Umum dengan nilai 39 ,Moh Syolih Kaur Umum dengan nilai 55 ,Nur Isnaini Kaur Umum dengan nilai 47 ,Sunarto Kaur umum dengan nilai 50 ,Jarot dengan nilai 74 ,Joko Imam Saputro Kaur Keuangan dengan nilai 35 ,Didik Santoso Kaur keuangan dengan nilai 50 ,Mokhamad Suhadah Kaur keuangan tidak hadir mengikuti tes ,Agus Mulyoto Kaur Keuangan dengan nilai 67 ,Ristiyono Kaur keuangan dengan nilai 78.Menurut Kepala desa Jangkungharjo Bambang Purboyo saat ditemui metro Realita mengatakan ,”bahwa dari 10 peserta yang hadir hanya satu peserta yang tidak hadir ,dan dari jumlah nilai tertinggi yang diambil dari ketua panitia ujian perangkat desa Jangkung Sugiyono ,peserta yang menang adalah Jarot Kaur umum dengan nilai 74 dan Ristiyono kaur keuangan dengan nilai 78,Meski demikian mereka berdua murni dari belajar ,dan tidak ada kecurangan- kecurangan yang ditemukan dilapangan ,karena sudah dibantu dengan penjagaan yang ketat oleh Personil Kepolisian 2 orang dan dari Koramil 2 orang,sehingga tes tersebut kondusif.”ungkap kades
Suatu kebahagian yang luar biasa bahwa dalam pelaksanaan ujian perangkat desa jangkungharjo tidak ditemukan kejanggalan termasuk kebocoran soal maupun jawaban,hal ini patut sebagai teladan bagi desa lainya ,bahwa desa Jangkungharjo yang di pimpin oleh Bambang Purboyo sudah melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab,seperti sambutan kepada undangan dan pemberian kehormatan bagi muspika yang hadir yang telah diberi makan siang bersama setelah usai ujian perangkat desa.
Pukul 13.30 WIB seleksi ujian selesai kemudian menandatangai berita acara dan dilanjutkan dengan pengumuman hasil para pemenang,fenomena seperti ini nampak keceriaan di para peserta ,karena bagi yang menang juga tidak sombong dan bagi yang kalah juga menerima kekalahan apa adanya ,semua sama sama puas karena ujian perangkat di desa Jangkungharjo jujur dan adil ,tidak ada sistim dikriminasi atau perbedaaan.
.”kami memberlakukan peserta ujian dengan sama artinya tidak ada yang kami lebihkan atau di prioritaskan ,semua adalah rakyat kami yang tetap kami jaga dengan penuh kenetralan supaya kedepan menjadi bangsa yang cerdas dan bertaqwa dengan penuh rasa mandiri dan tanggungjawab.”imbuh kades (Bagus Murgan)
Dentuman Keras 2 X Luluh Lantahkan Toko H.Bakri
Bangunan bertingkat dua di sebelah Barat Trafic Light perempatan utama sekitar 10 meter dari Pos penjagaan Lalu lintas terbakar .Akibat kebakaran Toko Roti Megaria di Jalan Ahmad Yani nomor 10 Purwodadi, semalam menyebabkan bangunan di lantai atas luluh lantah menjadi arang.Seketika Petugas PLN Purwodadi dengan cepat langsung memadamkan aliran listrik supaya tidak terjadi konsleting.Hampir sejak pukul 18.30 WIB sampai dengan 20.00 WIB aliran Listrik Sepanjang Jl R Suprapto sampai Palembahan Banaran ,Kuripan mati total,Pemadaman listrik 2 jam tersebut mengagetkan warga ,hingga saat malam tiba nampak bara api yang terletak di Jl Ahmad Yani nampak dengan jelas terlihat oleh warga dari kampung Banaran.Api yang mulanya mengepul asap hitam kini menjadi bara hingga melontarkan percikan dan dentuman keras ,percikan api yang berkobar ini mulai terbawa angin hingga di khawatirkan mengenai rumah penduduk.
Beruntung petugas pemadam kebakaran langsung tiba meski hanya membawa sedikit air yang disemprotkan ke bagian pinggir dinding tembok pembatas toko megaria ,hal ini dikandung maksud agar panas api tidak merembet ke toko di sebelah bangunan.Beberapa saat setelah nyemprot air sayangnya air yang menyembur hanya mengucur seperti air kencing anak kecil,masih dalam kepulan asap hitam,saat itu Pemandam kuwalahan bahkan sudah kehabisan air kemudian mundur untuk mengisi tangki ,namun setelah kembali ke tempat terjadinya musibah ,api sudah membakar seluruh isi ruang pada lantai atas hingga melalap bangunan yang dipergunakan sebagai musola dan gudang untuk menyimpan sebagian dagangan.Dan pada saat terbakar toko megaria belum tutup. Kebetulan yang tahu pertama kali pemiliknya, H Bakri.
Kepanikan warga semakin memuncak setelah dentuman keras menyusul saat api membesar ,dugaan kuat dentuaman tersebut dari Gas Elpiji atau benda lainya yang mudah terbakar ,seketika maksud warga hendak mengeluarkan untuk menyelamatkan barang dagangan yang masih di lantai bawah (Dasar) namun penjaga rumah tetap menutup dan melarang agar tidak masuk kedalam,hal ini untuk menjaga agar tidak ada terjadi korban jiwa.
Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa ,Namun kerugiaan diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Hingga Senin (7/12) pagi tadi, polisi masih mengumpulkan data kerugian akibat kebakaran.menurut keterangan warga bahwa pemilk rumah saat itu sedang di lantai dasar sehingga tidak menaruh sedikit kecurigaan bahwa pada lantai atas asap dan kobaran api sudah membesar ,dan akibat kebakaran dugaan besar penyebabya adalah dari konsleting arus pendek listrik.Api dapat dipadamkan sekitar 2 jam, kendati harus memakan waktu yang lama. Kobaran api tak merembet ke lantai bawah yang dijadikan toko, tempat di tumpuknya seluruh dagangan milik H Bakri itu.(Gus Murgan)
1 ORANG TEWAS MENGAPUNG DI KALI LUSI
Tragis yang menimpa Nuck Setiawan (20) Jasadnya mengapung di kali lusi dalam keadaan membusuk ,diperkirakan sudah 2 sampai hari jasad Setiawan tenggelam di dalam sungai lusi.Saat Kabupaten Groboga memiliki hajad besar pemilihan ujian perangkat desa ,tiba tiba di kagetkan dengan penemuan seseorang mayat yang telah mengapung di kali lusi.Warsini (34) penduduk asli Jajar pedagang pasar induk Purwodadi ,kepada metro realita.”Mas tadi ada mayat ditemukan di kali lusi mayat siapa ya..? .”unkapnya Kru Metro Realita langsung investigasi ke kelapangan,Ternyata benar mayat yang sudah tak bernyawa tersebut dugaan besar terseret arus dari jembatan lusi,dugaan warga mayat tersebut nyemplung dari jembatan dengan ketinggian sekitar 7 m ,yang kebetulan arus air kali lusi sedikit lambat.
Menurut keterangan warjo (39) waraga Menduran saat berada di TKP ,kalau mayat tersebut terjun dari jembatan kali lusi pasti langsung tewas,karena air saat ini surut dan nampak tunggak tunggak runcing dari dalam air ,”tandasnya ,bebarapa saksi juga mengatakan kejadian bermula saat saksi M Dori (47), penjual jagung bakar di pinggir jalan baru didatangi korban yang melintas mengendarai sepeda motor Jupiter dari arah utara (Blora-red) sekitar pukul 16.30. Ia lalu istirahat sambil makan jagung bakar.Kepada Dori, korban mengaku usai melakukan perjalanan dari Blora, tempat pakdenya tinggal menuju Semarang. Dia mengaku warga Semarang, Jalan Lamongan Nomor 9 Bendan Ngisor, seperti yang tertera pada kartu mahasiswa yang ditinggalkan.Beberapa saat makan jagung bakar, tatkala hari sudah gelap ia menitipkan motornya kepada bakul jagung. Ia pamit ke jembatan Kali Lusi, yang jaraknya sekitar 25 meter dari pangkalan jagung bakar tanpa alasan yang jelas."Kami curiga karena korban tampak begitu panik. Lantas kami susul ke jembatan. Di sekitar badan jembatan kami temukan barang korban yang ditinggalkan," jelas saksi M Dori yang dibenarkan saksi lain, Muh Zuhri (35).
Beberapa jam kemudian jenazah baru di evakuasi dan diangkat oleh warga ,ternyata indentitas korban tersebut adalah Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) Undip Semarang angkatan 2009,kemudian Jenazahnya baru diketemukan warga di pinggir kali kedalaman tiga meter lebih tersebut di Dusun Pulosono, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Rabu (9/12) pagi tadi. Jenazah korban kemudian dievakuasi polisi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Raden Soedjati, Purwodadi.
Menurut Kapolsek Purwodadi AKP Sucipto kepada Metro Realita "Pertama kali mayat korban ditemukan oleh warga di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 04.00. Mayatnya terapung di pinggir kali dan kondisi sudah membengkak," terang Kapolres Grobogan AKBP Eko Wahyudi Krisgiyono SIK MSi didampingi Kapolsek Kota Purwodadi, Pihak polisi kemudian menghubungi keluarga korban yang ada di Semarang. Jenazah Nucky tidak diautopsi, tinggal menunggu diambil keluarganya.”Beberapa saksi mata melihat bahwa Barang yang digeletakkan di pinggir jembatan antara lain tas hitam yang berisi beberapa disket (CD), kartu mahasiswa, bukti pembayaran SPP Undip, telepon genggam merk Nokia warna hijau, dan sepasang sandal japit warna hitam.Kapolsek mengatakan, dari isi pesan SMS yang ada pada telepon genggam korban yang dibukanya, diduga ia tengah dirundung masalah keluarga. Ia menyebut nama ayahnya, dan mendapat kiriman SMS dari perempuan yang diduga sebagai istri korban. Sementara, pada layar telepon genggam korban juga terpampang gambar seorang bayi laki-laki berumur sekitar setahun yang diduga sebagai anak korban. "Seluruh barang milik korban masih disimpan di Mapolsek, " tegas AKP Sucipto (Bagus Murgan))
PAMERAN BESAR DI GOR SIMPANGLIMA PURWODADI
Pameran Hasil Produksi Industri Kecil dan Menengah
Metro Realita
Para pengusaha dan pelaku industri memerlukan suatu wadah untuk memasarkan hasil dan produk merekamemfasilitasi hal tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kabupaten Grobogan mengadakan Pameran Hasil Produksi Usaha Kecil dan Menengah di Gedung Olahraga (GOR) Simpang Lima Purwodadi selama 10 hari, mulai dari tanggal 28 Juli sampai 6 Agustus 2009.
Sebagai kelanjutan rangkaian dari kegiatan Disperindagtamben, adanya pameran seperti ini diharapkan agar para pelaku industri dapat lebih berinteraksi dengan masyarakat/konsumen, sehingga hasil dan produk mereka dapat lebih dikenal oleh masyarakat. Demikian disampaikan oleh Kepala Disperindagtamben Kabupaten Grobogan Drs.H.Mohammad Tohirin, ketika memberikan sambutan pada pembukaan pameran ini.
Penghargaan Yang DI Raih Bupati Grobogan
Bupati Grobogan Terima 3 Penghargaan Gubernur
Metro Realita Peringatan Hari Jadi Ke-48 Provinsi Jateng di halaman Balai Kota, Sabtu (15/8). Upacara itu dihadiri Muspida plus, DPRD, dan para pejabat di lingkungan Pemkot.Peringatan Hari Jadi itu, dimeriahkan atraksi perkusi oleh Dewan Kesenian Semarang (Dekase).Diiringi atraksi perkusi itu, Tim Kesenian Kota Semarang menampilkan sejumlah tarian daerah yang dikemas secara rancak. Tahun lalu, para seniman yang memainkan atraksi perkusi itu berhasil meraih the best performance pada Festival Perkusi Internasional di Malaysia.Dalam pelaksanaan upacara tersebut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga memberikan 3 Penghargaan kepada Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono ,SH antara lain
Program KB (Keluarga Berencana) Semua ini berkat eksistensi dari semua staf komponen di lingkungan pemkab Grobogan sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Grobogan dan jajaran Badan Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana beserta semua pihak pemangku kepentingan untuk bersatu padu, untuk merevitalisasi program KB sebagai upaya mutlak dalam membentuk keluarga yang ideal.Untuk mensukseskan program KB dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi, ini juga hasil kerja keras Drs. H. Sri Mulyadi,MM yang dapat menggerkkan ,mengajak masyarakat Kabupaten Grobogan untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dalam suasana kedamaian saling hormat menghormati sesama anggota keluarga.Program KB ini juga menerima penghargaan lomba, baik Tingkat Propinsi Jawa Tengah maupun Tingkat Kabuapten
Penghargaan Kedua diserahkan oleh Gubernur kepada Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono sebagai pengelola tanam terbaik serta Inseminasi dari petugas Disnakan yang handal ,Hal ini juga dibuktikan dalam pelaksanaan Inseminasi tersebut Dr Riyanto Disnakan dengan gigih melakukan pekerjaan di lapangan untuk mewujudkan peternak Grobogan yang dapat memberikan pelayanan prima,serta Ketua Kelompok Tani "Ngudi Luhur" Desa Kluwan Kecamatan Penawangan,dalam melaksanakan program tanam terpadu.
Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Gubernur Jateng atas keberhasilannya menjadikan Kabupaten Grobogan menjadi kota yang bersih indah dan teratur ,atas pencapaiannya semua ini sehingga menjadikan Kabupaten Grobogan dapat mencapai prioritas pada indikator kesehatan yang layak.Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur dan diterima langsung oleh Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono ,SH beserta tropi saat hadir di tempat acara upacara hari jadi Propinsi Jateng.
Setelah usai penyerahan Penghargaan tersebut ,Pemerintah Kota Semarang menyiapkan sejumlah kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Semarang. Kegiatan itu meliputi pertandingan olahraga, lomba seni, kompetisi sains, pameran, serta bakti sosial.Asisten Administrasi Informasi dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Semarang Sri Martini, yang juga ketua Panitia Hari Jadi menjelaskan, kegiatan itu telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan akan dipuncaki pada 2 Mei mendatang. Perayaan Hari Jadi Kota Semarang itu mengusung tema ''Mewujudkan Nilai Tradisi Semarangan dengan Memperkuat Solidaritas Antarwarga melalui Program Semarang Bergandeng Tangan''.Sri Martini mengimbau, masyarakat berpartisipasi aktif dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Semarang dengan memasang umbul-umbul dan lampu hias, serta membersihkan dan memperindah lingkungan mulai tingkat RT hingga tingkat kota. "Hari Jadi Kota Semarang merupakan milik seluruh warga kota Semarang. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menyemarakkannya dengan berbagai kegiatan di masyarakat, sebagai bentuk kebanggaan kita sebagai warga Kota Semarang,"ungkapnya
Acara kemudian di anjutkan dengan melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran di Mugas, mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi. Ziarah itu dipimpin oleh Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali, diikuti oleh para pejabat di lingkungan Pemkot. Sementara, lomba sains untuk pelajar antara lain berupa lomba mata pelajaran SMP/MTs, SMA/MA, dan olimpiade sains nasional.Selain itu juga diadakan bakti sosial, seperti ziarah dan zikir bersama, donor darah, pengobatan gratis, dan anjangsana ke panti asuhan. Seperti tahun lalu, pada Hari Jadi kali ini juga akan digelar beberapa pameran, mulai pameran UMKM, pameran flora dan fauna, serta pameran dan pesta seni rakyat di Lawangsewu.(Gus Murgan)
19 KECAMATAN SE KABUPATEN GROBOGAN
19 KECAMATAN KABUPATEN GROBOGAN
1.KECAMATAN : PURWODADI
Kantor : Jl. S. Parman No. 40 Purwodadi
Telp. (0292) 421022
1 PURWODADI Kepala Kelurahan Purnomo
2 DANYANG
3 KALONGAN
4 KURIPAN Kepala Kelurahan Sudarno
5 KARANGANYAR
6 KEDUNGREJO
7 NGLOBAR
8 WARUKARANGANYAR
9 NAMBUHAN
10 KANDANGAN
11 NGRAJI
12 GENUKSURAN
13 NGEMBAK
14 PUTAT
15 PULOREJO
16 CANDISARI
17 CINGKRONG
2.KECAMATAN : GROBOGAN
Kantor : Jl. Pangeran Puger No. 2 Grobogan
Telp. (0292) 421024
NO NAMA DESA/KEL
1 GETASREJO
2 REJOSARI
3 TANGGUNGHARJO
4 TEGUHAN
5 NGAMBAKREJO
6 GROBOGAN
7 KARANGREJO
8 PUTATSARI
9 LEBAK
10 SEDAYU
11 LEBENGJUMUK
12 JATIPOHON
3.KECAMATAN : TOROH
Kantor : Jl. Solo Purwodadi No. 116 Toroh
Telp. (0292) 422770
NO NAMA DESA/KEL
1 DIMORO
2 GENENGADAL
3 BANDUNGHARJO
4 GENENGSARI
5 KENTENG
6 NGRANDAH
7 B O L O H
8 TUNGGAK
9 PLOSOHARJO
10 TAMBIREJO
11 D E P O K
12 SINDUREJO
13 PILANGPAYUNG
14 K A T O N G
15 SUGIHAN
16 KRANGGANHARJO
4.KECAMATAN : WIROSARI
Kantor : Jl. Diponegoro No. 51 B Wirosari
Telp. (0292) 61017
NO NAMA DESA/KEL
1 SAMBIREJO
2 TANJUNGREJO
3 TAMBAKREJO
4 K R O P A K
5 KALIREJO
6 DAPURNO
7 MOJOREBO
8 WIROSARI
9 K U N D E N
10 GEDANGAN
11 TAMBAKSELO
12 KARANGASEM
13 TEGALREJO
14 DOKORO
5.KECAMATAN : BRATI
Kantor : Jl. Kudus No. 18 Brati
Telp. (0292) 659373
NO NAMA DESA/KEL
1 KRONGGEN
2 KARANGSARI
3 LEMAHPUTIH
4 MENDURAN
5 JANGKUNGHARJO
6 T E M O N
7 T I R E M
8 KATEKAN
9 TEGALSUMUR
6.KECAMATAN : KLAMBU
Kantor : Jl. Kecamatan Klambu
Telp. (0292) 659374
NO NAMA DESA/KEL
1 KANDANGREJO
2 SELOJARI
3 TARUMAN
4 PENGANTEN
5 K L A M B U
6 MENAWAN
7 TERKESI
8 JENENGAN
9 WANDANKEMIRI
7.KECAMATAN : GEYER
Kantor : Jl. Solo Purwodadi No. 2 Geyer
NO NAMA DESA/KEL
1 R A M B A T
2 KARANGBANCAR
3 J U W O R O
4 MONGGOT
5 N G R A N D U
6 BANGSRI
7 KARANGANYAR
8 ASEMRUDUNG
9 JAMBANGAN
10 G E Y E R
11 LEDOKDAWAN
8.KECAMATAN : TAWANGHARJO
Kantor : Kec. Tawangharjo
Telp. (0292) 61575
NO NAMA DESA/KEL
1 PULONGRAMBE
2 MAYAHAN
3 J O N O
4 S E L O
5 TAWANGHARJO
6 T A R U B
7 P O J O K
8 PLOSOREJO
9 G O D A N
10 KEMADOHBATUR
9.KECAMATAN : NGARINGAN
Sutrisno, BA
Menjabat : CAMAT NGARINGAN
Kantor : Jl. Raya Ngaringan No. 42 C Ngaringan
NO NAMA DESA/KEL
1 SARIREJO
2 KALANGDOSARI
3 NGARAP - ARAP
4 NGARINGAN
5 SENDANGREJO
6 KALANGLUNDO
7 TRUWOLU
8 P E N D E M
9 BANDUNGSARI
10 TANJUNGHARJO
11 B E L O R
12 SUMBERAGUNG
10.KECAMATAN :KRADENAN
Kantor : Jl. Honggo Kusuman No. 26 A Kalisari Kradenan
Telp. (0292) 61002
NO NAMA DESA/KEL
1 B A G O
2 S I M O
3 REJOSARI
4 P A K I S
5 C R E W E K
6 BANJARSARI
7 KRADENAN
8 SAMBUNGBANGI
9 SENGONWETAN
10 BANJARDOWO
11 KALISARI
12 K U W U
13 GRABAGAN
14 TANJUNGSARI
11.KECAMATAN : PULOKULON
Kantor : Jl. Raya Panunggalan No. 100 Pulokulon
Telp. (0292) 61008
NO NAMA DESA/KEL
1 RANDUREJO
2 MLOWOKARANGTALUN
3 SIDOREJO
4 JATIHARJO
5 P O J O K
6 JAMBON
7 KARANGHARJO
8 SEMBUNGHARJO
9 PULOKULON
10 JETAKSARI
11 MANGUNREJO
12 PANUNGGALAN
13 T U K O
12.KECAMATAN : GABUS
Kantor : Jl. Gatot Subroto No. 107 Sulursari Gabus
NO NAMA DESA/KEL
1 KEYONGAN
2 SUWATU
3 PANDANHARUM
4 G A B U S
5 TLOGOTIRTO
6 NGLINDUK
7 P E L E M
8 SULURSARI
9 TAHUNAN
10 TUNGGULREJO
11 BENDOHARJO
12 KALIPANG
13 KARANGREJO
14 BANJAREJO
13.KECAMATAN : GODONG
Kantor : Jl. Pemuda No. 6 Godong
Telp. (0292) 659001
NO NAMA DESA/KEL
1 TUNGU
2 LATAK
3 SUMURGEDE
4 SAMBUNG
5 KETANGIREJO
6 ANGGASWANGI
7 G U C I
8 WERDOYO
9 GUYANGAN
10 G U N D I
11 SUMBERAGUNG
12 KEMLOKO
13 K O P E K
14 DOROLEGI
15 KARANGGENENG
16 PAHESAN
17 WANUTUNGGAL
18 MANGGARMAS
19 TINANDING
20 MANGGARWETAN
21 HARJOWINANGUN
22 R A J E K
23 KETITANG
24 B U G E L
25 G O D O N G
26 K L A M P O K
27 B R I N G I N
28 JATILOR
14.KECAMATAN : KARANGRAYUNG
Kantor : Jl. Raya Karangrayung No. 29 Karangrayung
Telp. (0292) 659009
NO NAMA DESA/KEL
1 GUNUNGTUMPENG
2 K E T R O
3 SENDANGHARJO
4 KARANGANYAR
5 P A R A K A N
6 N A M P U
7 KARANGSONO
8 J E T I S
9 T E L A W A H
10 C E K E L
11 M A N G I N
12 SUMBERJOSARI
13 MOJOAGUNG
14 PANGKALAN
15 R A W O H
16 D E M P E L
17 T E R M A S
18 PUTATNGANTEN
19 TEMUREJO
15.KECAMATAN : PENAWANGAN
Kantor : Jl. Penawangan
Telp. (0292) 659004
NO NAMA DESA/KEL
1 L A J E R
2 BOLOGARANG
3 S E D A D I
4 T O K O
5 P E N G K O L
6 LEYANGAN
7 KARANGWADER
8 WATUPAWON
9 T U N G G U
10 J I P A N G
11 K R A M A T
12 C U R U G
13 W E D O R O
14 K L U W A N
15 KARANGPAING
16 W I N O N G
17 PULUTAN
18 W O L O
19 PENAWANGAN
20 N G E L U K
16.KECAMATAN : GUBUG
Kantor : Jl. Jend. A. Yani No. 24 Gubug
Telp. (0292) 533301
NO NAMA DESA/KEL
1 PENADARAN
2 NGROTO
3 GLAPAH
4 GINGGANGTANI
5 JEKETRO
6 SABAN
7 MLILIR
8 PAPANREJO
9 KEMIRI
10 KUNJENG
11 TRISARI
12 KUWARON
13 ROWOSARI
14 GUBUG
15 PRANTEN
16 JATIPECARON
17 BATURAGUNG
18 TAMBAKAN
19 RINGINKIDUL
20 RINGINHARJO
21 TLOGOMULYO
17.KECAMATAN : KEDUNGJATI
Kantor : Jl. Peristis Kemerdekaan No. 89 A Kedungjati
Telp. (0292) 533317
NO NAMA DESA/KEL
1 PRIGI
2 NGOMBAK
3 KENTENGSARI
4 KARANGLANGVU
5 PANIMBO
6 PADAS
7 DERAS
8 KLITIKAN
9 KEDUNGJATI
10 KALIMARO
11 JUMO
12 WATES
18.KECAMATAN : TANGGUNGHARJO
Kantor : Jl. Raya Tanggungharjo
NO NAMA DESA/KEL
1 NGAMBAKREJO
2 KAPUNG
3 MRISI
4 KALIWENANG
5 SUGIHMANIK
6 RINGINPITU
7 TANGGUNGHARJO
8 BRABO
9 PADANG
19.KECAMATAN : TEGOWANU
Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 6 Tegowanu
Telp. (0292) 533316
NO NAMA DESA/KEL
1 KEBONAGUNG
2 TLOGOREJO
3 SUKOREJO
4 TANGGIREJO
5 MANGUNSARI
6 GEBANGAN
7 MEDANI
8 TEGOWANUKULON
9 TEGOWANUWETAN
10 KEJAWAN
11 KEDUNGWUNGU
12 KARANGPASAR
13 TAJEMSARI
14 CURUG
15 PEPE
16 CANGKRING
17 TANJUNGHARJO
18 G A J I
JALAN & JEMBATAN DESA NAMPU BELUM ADA PERHATIAN PEMKAB GROBOGAN
Grobogan Metro Realita
Jembatan Desa Nampu Karangrayung penghubung jalan antara Godong Boyolali rusak parah ,Kerusakan jalan tersebut hingga (22/12) 2009 belum ada kepastian untuk perbaikan.Kondisi jalan seperti ini mengakibatkan makin hari makin melebar.menurut keterangan Kepala Desa Nampu Narno kepada Meto Realita mengatakan ,”Kondisi jalan seperti ini seharusnya segera di perbaiki ,kami sudah melakukan tambal sulam dengan cara swadaya ,berhubung jalan dan jembatan tersebut sering di lalui bus dan truk besar jurusan Gubug Karangrayung sampai Boyolali akhirnya semakin hari makin parah ,upaya yang kami lakukan untuk membuat proposal kepada Pemda Grobogan yang kami beri tembusan kepada DPRD dan PU Bina Marga serta Bupati Grobogan hingga saat ini belum pernah ada jawaban ,lalu beberapa bulan kemudian saya susul dengan proposal yang berikutnya adalah yang ke dua kali namun juga seperti itu ,belum adanya jawaban yang jelas ,padahal jalan dan jembatan yang selama ini sudah rusak saatnya harus segera direhab kembali
Desa Nampu masih juga kekurangan air bahkan supply air dari irigasi WKO tersebut ,tidak dapat mencukupi areal pertanian bahkan sebagian lahan pertanianya menggantungkan air dari tadah hujan.Desa Nampu tidak didukung adanya potensi jalan yang layak ,dan ini merupakan daerah yang Gersang
Fakta di lapangan mengatakan ,”seperti yang dikatakan warga Nampu Muslim(43)”Akibat yang ditimbulkan oleh jalan yang rusak maka biaya membengkak ,seperti hasil dari pertanian yang kami keluarkan cukup banyak seperti ongkos naik turun penghasilan di ladang harus dua kali ,bahkan Truk yang seharusnya bisa masuk sampai mendekati sawah ,kini sopirnya sudah merasa cemas ,dengan alasan takut kalau per patah sampai ban pecah ,kemudian truk harus menunggu dengan jarak yang jauhnya sampai 1 Km.”ungkap Muslim
Kendati demikian warga hanya pasrah sambil menunggu realisasi infrastruktur jalan di benahi bahwa sebagian besar Sepanjang jalan tersebut rusak bergelombang sehingga mengakibatkan tingkat kerawanan bagi pengguna kendaraan.Selain Jalan yang rusak juga faktor lampu penerangan jalan yang kurang memadai terlebih menjelang masuknya musim penghujan, beberapa titik yang menjadi pantauan tingkat kerawanan terletak di Desa Nampu dan perbatasan dukuh pelosok pedalaman desa untuk dapat menjadi prioritas dalam meminimalisir adanya tingkat Kecelakaan.
Kepala Desa Nampu Kecamatan Karangrayung Nahuri (43) mengatakan.”akan tetap Konsisten dalam menanggapi usulan dan keluhan masyarakat terhadap jalan yang rusak ,pihaknya sudah berusaha untuk memohon kepada Bupati Grobogan dengan membuat permohonan administrasi Proposal ,namun sampai saat ini belum terealisasi,harapan kami agar masyarakat sabar menunggu kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Grobogan dimana disitu mereka yang memiliki wewenang penuh ,juga kami sudah melakukan upaya atas dasar tuntutan masyarakat dengan jalan membuat proposal yang kami beri tembusan ke Bina Marga supaya dapat langsung terjun kelapangan melihat kondisi jalan Desa kami ,Dengan bekerjasama dengan pihak terkait,untuk meningkatkan infrastruktur Jalan maka juga akan tercipta sinergis jangka panjang untuk tetap memperhatikan keadaan jalan yang sudah rusak agar tingkat kerawanan kecelakaan dapat diminimalisir,”ujar Kades.
Untuk mendukung program Penyangga pangan di Kabupaten Grobogan supaya pemerintah Kabupaten Grobogan baik Melalui steak holder yang ada di pemerintahan untuk dapat merealisasikan permintaan warga, dan diharapkan pembangunan infrastruktur jalan secepatnya bisa direalisasikan,”katanya saat ditemui di kantor balai Desa Nampu Kecamatan Karangrayung pihaknya juga merencanakan adanya intruski dari program pemerintah desa untuk dapat sedini mungkin menutup jalan yang berlobang dengan swadaya masyarakat sambil menunggu bantuan dari Pemkab Grobogan “saya menghimbau agar masyarakat Desa Nampu bersabar ,karena pembangunan butuh perjuangan dari komponen masyarakat terkecil desa supaya desa kita dapat maju seperti desa lainya,”Dengan seperti ini dengan jumlah ratusan masyarakat yang menginginkan permohonan tiap bulannya agar secepatnya jalan tersebut dibangun maka kami harapkan bersabar.”imbuh kades (GUS MURGAN).........................................
DESA KRONGGEN BRATI ,9 FORMASI ,42 PENDAFTAR ,GUGUR 3
Pengisian perangkat desa di Grobogan berlangsung serentak, Senin (7/12), di 136 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Total formasi perangkat yang dibutuhkan ada 456 jabatan.Seleksi dilakukan secara tertulis. Soalnya pilihan ganda setara dengan siswa SMP jumlahnya 100 butir. Materinya pengetahuan umum, Pancasila, UUD 1945, Bahasa Indonesia, UU Pemerintahan Daerah, dan peraturan tentang perangkat desa. Panitia ditunjuk perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat.Siapapun orangnya boleh ikut Tes Ujuan Perangkat desa ,tidak ada yang membatasi hak hak masyarakat baik itu keluarga ataupun siapa saja semuanya bisa ikut asalkan memenuhi persyaratan dan sesuai dengan Petunjuk Peaksanaan Teknis maupun Juklaknya.Yamg lebih terpenting lagi adalah mampu memahami materi ujian yang meliputi Pancasila dan UUD 1945,Bahasa Indonesia yang baik dan banar ,mampu memahami peraturan Perda ,Perdes ,Perbub dan pengetahuan umum lainya.Dalam peryaratan mendaftar calon erangkat desa sudah di susun tata tertib dan tentang tata cara pendaftaran yang selanjutnya masih ada ujian penyaringan sampai pembatalan dan koreksi hasil ujian bagi yang mendapat nilai tinggi akan lulus,hal ini kan sudah diatur dalam Perda Nomor 9 tahun 2006 Tentang pencalonan ,pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa ,lha kok ada saja yang masih belum tahu aturan tata tertib ini apa awalnya belum baca tata tertib langsung saja nyalon ?.”Tegas Daryana LSM Lipmas Grobogan dengan nada geramBagi yang kalah menerima kekalahanya dan yang menang juga jangan angkuh,dalam ujian tes perangkat desa Kronggen Kecamatan Brati sudah di jaga ketat oleh Muspika beserta seluruh perangkat desa ,kunjungan DPRD Kabupaten Grobogan dan anggota LSM ,Tokoh masyarakat dengan melotot mengawasi meniliti evaluasi monitoring menunggu sampai final ujian lha kok masih ada saja bikin ontran ontran,kalau hanya khawatir syudhon dengan berandai andai tidak ada bukti yang kuat tentang keberadaan istri kades yang ikut nyalon kenapa harus dipermasalahkan,toh materi yang di ujikan adalah yang membuat panitia dan panitia juga mengoreksi hasil ujian dan petugas pengoreksi adalah yang menunjuk panitia yang kemudian dituangkan dalam berita acara kemudian langsung diumumkan dalam waktu yang singkat baik pembuatan soal materi yang sudah di karantina sampai pengumuman yang sudah di jaga ketat”imbuhnya
Dari sudut pandang sepihak bagi mereka yang ikut ujian dan tidak berhasil lolos Senin (7/12),hanya menduga duga tanpa dilengkapi bukti yang kuat dapat memperparah suasana , mempertanyakan keberadaan istri kepala desa (kades) yang ikut nyalon. Mereka mengkhawatirkan hal demikian lantaran bisa mengakibatkan proses seleksi menjadi tidak fair.Nur Sri Utomo (30), salah seorang peserta tes mengatakan, dari 40 peserta tes perangkat desa, dua di antaranya adalah kerabat kades Kliwon. Pertama istrinya, Sri Supartini, melamar kepala urusan (kaur) pembangunan. Kedua, keponakan kades, Doni, yang melamar sebagai kepala dusun (kadus).Fakta yang terjadi di lapangan bahwa dalam ujian perangkat desa di Balai Desa Kronggen Kecamatan Brati yang terletak di Jl Purwodadi –Kudus Km 11 Kronggen Brati sudah berlangsung tertib ,materi ujian tertulis di susun dan dibuat oleh panitia dilakukan secara jujur dan rahasia ,hasil ujian sudah di tuangkan dalam berita acara ,kemudian peserta ujian dan ketua panitia menandatangani Palaksanaan ujian setelah ujian selesai dilaksanakan ,saat Metr Realita di lapangan tidak diketemukan kebocoran materi ujian atau soal jawaban,ujian berlangsung aman dan Jurdil Sementara, ketua panitia Hardijono saat di temui Metro Realita mengatakan.” proses seleksi tetap dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan bupati dan aturan yang ada.dan belum adanya pelanggaran yang dilakukan oleh peserta ujian seperti ,Peserta ujian maupun panitia tidak ada yang tertangkap tangan mengenai kebocoran soal ,semua dilaksanakan apa adanya dan penuh tanggung jawab ,apalagi pengkodisian hal ini tidak pernah terjadi dan semuanya di tentukan dari kecerdasan masing masing peserta dalam pemahaman materi yang di ujikan,tentang adanya gosib yang menduga duga tolong hal ini dihilangkan karena ini merupakan fitnah sepihak.”sak elek eleke kulo niki nggih sampun ngertos aturan kalian sangsi kok pak mulo yen iso nggih mboten usah neko neko sing lempeng mawon.”kata Hardijono
Menanggapi surat Pernyataan tersebut bagi para peserta sebelum masuk tes awalnya juga harus menandatangi daftar hadir yang kemudian tanda tangan terakhir adalah tanda tangan Berita acara sesuai dengan petunjuk teknis pengisian perangkat desa tahun 2009 Perbup No.10 Tahun 2009 Pada Huruf .E (Tentang Ujian Penyaringan)”Peserta harus membuat surat pernyataan sendiri untuk menandaskan pelaksanaan seleksi sudah sesuai aturan,” kata Hardijono Kepala Desa Kronggen,Kecamatan Brati Kliwon Utomo saat di temui Kontras, seleksi perangkat desa diikuti 42 orang untuk memperebutkan sembilan jabatan. Yakni dua kadus, tiga kaur, dan empat modin. Namun yang datang ikut ujian sebanyak 39 orang,Calon yang tidak bisa hadir dalam Tes Penerimaan calon perangkat desa antaralain adalah Sutarman Formasi sebagai Kaur Keuangan ,Ahmad Solekan Formasi sebagai Modin Kronggen ,dan Junaidi Formasi Sebagai Modin Mayang.Dalam ujian perangkat desa Kronggen bagi yang Berhasil lulus adalah sebagai berikut Gudiyono Formasi Kadus Sembukan dengan nilai 97 ,Romdoni dengan formasi Formasi Kadus Karangasem dengan nilai 93 ,Sri Suparatini Formasi Kaur Pembangunan dengan jumlah nilai 93 ,Suwiknyo Formasi Kaur Kesra nilai 98 ,Khosiin Formasi Modin Kronggen nilai 88 ,Faruroji Formasi Modin Sinawah nilai 88 ,M Mustakim Formasi Formasi Modin Mayang nilai 80 ,Mukidi Formasi Modin Sembukan dengan nilai 84 ”istri saya memang juga ikut dalam ujian alhamdulilah juga berhasil lolos tanpa ada sabotase dan kecurangan,” ungkap Kades dengan wajah penuh kepolosan (Bagus Murgan)
GIAT BUPATI MENANAM SEJUTA POHON
Bertempat di Kecamatan Gundih telah dilaksanakan PENCANANGAN PENANAMAN SEJUTA POHON SECARA MASAL TAHUN 2009 Dalam acara pencanangan ini dihadiri MUSPIKA,MUSPIDA PNS di lingkungan Kecamatan Gundih, semua PNS Desa, semua Kepala Desa, Koramil Gundih, Kepolisian Sektor Gundih, Organisasi Wanita ( PKK Gundih dan Bhayangkari ), Perangkat Desa serta warga masyarakat. Dalam amanatnya Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono SH menyerukan kepada semua elemen masyarakat untuk merubah perilaku yang selama ini belum peduli terhadap kelestarian lingkungan, mulai hari ini untuk bersama-sama berbuat untuk melestarikan lingkungan sekitar kita, dengan cara setiap keluarga menanam pohon baik pohon lindung maupun pohon produktif minimal 5 pohon, tidak membakar jerami di sawah, semua keluarga mempunyai sumur resapan air serta penanaman turus jalan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi pemanasan global yang berakibat menjadi kacaunya pranatan musim, musim kemarau yang sangat panas, musim hujan yang sangat tinggi curah hujannya.Dalam Kondisi seperti ini Bupati juga berharap agar masyarakat selalu meningkatkan menanam penghijauan supaya Grobogan nampak lebih asri nyaman dan sejuk ,bahkan tanaman yang berdiri di bumi Grobogan akan dapat mengurangi Kerusakan sumber daya hutan dan lingkungan yang berada di wilayah Grobogan.”Ungkapnya
Setelah kemarau yang panjang di Kabupaten Grobogan membawa dampak buruk bagi tanaman palawija ,Khusunya tanaman pangan,akibat cuaca panas dan banyak tubuhan kekurangan air ini merupakan dampak lingkungan yang terjadi karena hutan mulai gundul ,dan seluas 1.746 hektare tanaman di Kabupaten Grobogan mengalami Puso,di berbagai kecamatan Kabupaten Grobogan mengalami kekurangan air padahal sudah memasuki masa panen.
.”Pemkab mengajak masyarakat kembali menggiatkan budaya menanam dengan kampanye one man one tree (satu orang tancapkan satu batang pohonred)."Kerusakan alam sangat berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan manusia. Salah satunya adalah pemanasan global," imbuhnya"Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia", di wilayah BKPH Juworo, KPH Gundih, Selasa (1/12).
Turut mendampingi sejumlah anggota muspida Grobogan. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyebaran benih ikan tawar di areal Waduk Kedungombo.Diakui, jika sebagian wilayah hutan di Grobogan, seperti di KPH Gundih dan sekitarnya sudah rusak. Hal itu karena penjarahan hasil hutan yang terjadi pada awal reformasi lalu.Ia meminta kepada masyarakat secara sungguh-sungguh menghentikan penyebab kerusakan hutan akibat penebangan liar dan kebakaran hutan. Justru harus berusaha untuk memperbaiki hutan dan lingkungan yang telah rusak dan kritis. "Caranya dengan memperbanyak jumlah pohon-pohonan sehingga tercipta ruang hijau yang luasan dan kerapatannya memadai, "ujarnya.
Sejalan dengan program tersebut, pemkab bersama beberapa instansi terkait akan memberikan bantuan sekitar 200.470 batang bibit. Tanaman ini diharapkan bisa ditanam di wilayah hutan negara maupun di sekitar permukiman warga.Rincinya, bibit bantuan dari BPDAS Pemali Jratun sekitar 186.500 batang. Terdiri dari jati TBT 90.000 batang, jati kultur jaringan 40.000 batang, mangga 30.000 batang, rambutan, petai, durian, sukun, dan melinjo.Bibit bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jateng sebanyak 8.500 batang. Berupa jati TBT 7.000 batang dan mangga sekitar 1.500 batang. Bibit bantuan dari Himpunan Pensiunan Kehutanan sekitar 3.320 batang. Termasuk bantuan dari UNS sekitar 2.150 batang yang berupa tanaman kepoh.Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Grobogan,Kepada Kontras Ir Zufron MM menambahkan, khusus wilayah hutan di KPH Gundih BKPH Juworo yang ditanami sekitar 15 ha. Sedangkan sisanya akan disebar di 19 kecamatan yang ada di Grobogan.
Setiap kecamatan nantinya akan mendapat bibit antara 10.000 sampai 12.000 batang. Dari kecamatan kemudian bantuan bibit didistribusikan kepada warga di setiap desa."Dari pelaksanaan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Grobogan dari target 2.683.226 batang, yang sudah ditanam sekitar 2.339.673 batang atau 87% pada Februari sampai September 2009," kata Zufron.
SENDANG KEYONGAN DIYAKINI BISA MENGOBATI PENYAKIT
Grobogan,Metro Realita-
Sebuah Desa terpencil yang 90% wilayahnya perbukitan, tak heran jika Desa tersebut sepi dari dari pengunjung, baik dari para pegawai maupun masyarakat umum apalagi pemuda pemudi, namun yang terjadi kali ini justru sebaliknya, Desa ini Ramai dipadati pengunjung, yang mana pengunjung tersebut rata pengalap berkah dan atau pasangan muda yang sedang dirundung jatuh cinta. Dalam penelusuran, kali ini menengok tempat Wisata Sendang Kyongan. berada di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan telah mencoba untuk menemui beberapa pejabat dari desa ,Kecamatan, maupun kabupaten yang tahu akan keberadaan Sendang Keyongan tersebut.
Menurut M Junaedi Kades Keyongan bahwa sendang tersebut setiap hari libur besar Nasional banyak dipadati pengunjung kurang lebih mencapai 500 orang. Diantaranya pengunjung tersebut berasal dari daerah Grobogan sendiri maupun sekitar Grobogan diantaranya Pati, Kudus, Blora, Demak, Rembang, Semarang dll. Pengunjung tersebut lebih didominasi oleh pasangan muda mudi, “mungkin ini masih terkait asal usul sendang ini” Jelasnya.
Dijelaskan oleh Junaidi bahwa karena sendang tersebut juga merupakan ada cerita Legendanya dari Perjalanan Cinta R.Ponocitro alisan Sunan Katong dan Roro Mendut yang merupakan kekasihnya. (Roro mrndut adalah Putri dari Sunan Prawoto yang merupakan Guru dari Sunan Katong)Sekilas dalam perjalanan Cinta mereka telah mati terbunuh oleh abdi dari Sunan Prawoto ditempat tersebut. ,karena roro mendut telah membakang perintah dari ayahanda yang saat itu memerintahkan abdinya mencari roro mendut untuk menyuruhnya pulang. Karena saat itu bertahun tahun pergi dengan sunan katong tanpa ada kabar berita dan tidak pulang. Dengan perintah Sunan Prawoto atas dasar jika mendut tidak tetap pulang agar dibunuh saja. Karuan saja karena yang dicari tidak mau pulang, sehingga abdi dengan terpaksa membunuh roro mendut, sementara ketika sunan katong tahu jika kekashnya terbunuh, karena saking cintanya sehingga sunan katong juga tidak tinggal diam, dia berusaha untuk menolong kekasihnya dengan cara menelungkupi, namun sia sia usahnya, sehingga dia ikut juga terbunh tertancap tombak abdi sunan Prawoto hingga menembus (keduanya tertusuk tombak)
Itulah sekilas cerita legenda tentang sendang keyongan, yang hingga kini masih ramai dipadati pengunjung setiap hari libur. Meski demikian, Sendang tersebut sampai kini pihak Pemkab Grobogan belum pernah ikut mengelolanya, selama ini sendang tersebut hanya 1005 dikelolo oleh pihak Desa tersebut. Secara otomatis segala sesuatunya dalm Biaya perawatan harus Desa setempat yang harus menanggung beban biaya. Tidak jarang masyarakat tersebut dengan suka rela secara iuran swadaya untuk dipakai biaya perawatan Sendang tersebut. Masyarakat setempat sanggat sadar karena diyakini bahwa jika menyumbang dana maupun tenaga mereka untuk kepentingan sendang tersebut mereka meyakini semakin lancar dalam mencari rejeki baik dari segi profesi apapun. Termasuk juga keselamatan terutama yang mereka harapkan.
Dalam pantauan metro realita bahwa sendang tersebut juga bermanfaat untuk menghidupi masyarakat setempat, karena sumber air tidak pernah surut sehingga bisa bermanfaat untuk air minum,pengairan sawah seluas 36 Ha, mandi dll.dengan demikiian sendang tersebut benar sangat membantu kelancaran ekonomi warga.Sementara itu kades berharap agar dalam hal ini Pihak Pemkab Grobogan ikut serta perduli dalam membangun sendang tersebut, karena dalam segi umum saja jelas bisa bermanfaat dalam meningkatkan ekonomi warga contohnya bisa untuk PDAM dan mengairi sawah. “Jelasnya.
Di sekitar Sendang Keyongan terdapat tanaman pohon besole yang besar dan rimbun, mata air Sendang Keyongan berkedalaman 4 M dan tidak pernah surut biarpun di musim kemarau. Pada bulan syawal sendang ini ramai didatangi pengunjung dari dalam maupun luar daerah seperti Kudus, Demak, dan lainnya. Sayangnya lokasi Sendang Keyongan sejak tahun 2006 sampai sekarang tidak pernah di rawat.
Sedangkan dari Disporabudpar (Dinas pariwisata) Suwarsi mengatakan bahwa Sendang Keyongan belum mendapatkan perawatan dikarenakan belum teralokasinya dana. Saat ini alokasi dana baru mencukupi untuk 3 lokasi Pariwisata yaitu Guwo Macan, Kedungombo dan Bledug Kuwu. Jelasnya.
MAJALAH METRO POS GROBOGAN
Kamis, 29 April 2010Diposkan oleh Mr .Bagus Murgan di 09.10 0 komentar Link ke posting ini
Label: musim padi
panorama senja di grobogan
wong grobogan
Diposkan oleh Mr .Bagus Murgan di 09.01 0 komentar Link ke posting ini
Label: musim bunga
Penggemar Entertaiment
Minggu, 11 Oktober 2009
Diposkan oleh Mr .Bagus Murgan di 04.48 0 komentar Link ke posting ini
Label: MUSIM SEMI GROBOGAN