UJIAN PERANGKAT DESA KRANGGANHARJO TOROH TERANCAM BATAL

Grobogan Metro Realita 
Puluhan warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan mendatangi kantor balai desa setempat, Senin (7/12). Mereka memprotes proses tes pengisian perangkat desa yang dicurigai berbau rekayasa, Senin (7/12).Tes perangkat desa diikuti oleh 85 orang yang memperebutkan empat jabatan. Yaitu kepala urusan (kaur) pemerintahan desa, kaur kesejahteraan sosial (kesra), kaur
pembangunan, dan kepala dusun (kadus).Protes dilakukan oleh puluhan peserta tes yang kalah beserta pendukungnya. Mereka menduga panitia tes secara diam-diam melakukan upaya pemenangan terhadap calon tertentu. Dari balai desa, kemudian warga mendatang Mapolres Grobogan untuk melaporkan kejadian ini.Seperti diketahui, alasan bengkok desa yang digarap nilai ekonomisnya tinggi, banyak warga berebut jabatan perangkat. Beberapa peserta tes yang nilainya tertinggi, diduga main mata dengan panitia.
"Sekarang nalarnya saja, mosok lulusan sarjana nilainya banyak yang kalah dengan lulusan SMP. Kemudian mereka dinyatakan menang," ujar Ardiyanto (35), salah seorang peserta tes kaur pembangunan yang nilainya kalah kepada Metro Realita, Senin (7/12).Ia menduga, peserta yang nilainya tinggi lebih dulu diberikan kode oleh panitia kunci jawaban.
Yaitu melalui pola jawaban yang mudah dipahami oleh orang awam.Novita Bagus, peserta tes kadus menambahkan, kecurigaan warga juga terjadi pada penilaian lembar jawaban peserta yang lulus.Dari hasil koreksi lembar jawaban yang ditempel, ditemukan beberapa jawaban yang mestinya benar tapi disalahkan pengoreksi. Yakni diberikan tanda contreng kecil."Tindakan ini diduga agar tidak menimbulkan kecurigaan peserta lain, lulusan SMP kok bisa jawab 100 soal," ujarnya yang menuntut agar hasil tes dibatalkan.Warga yang diterima Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP I Nyoman Widiana MH meminta agar polisi menuntaskan masalah ini.Warga juga meminta kepala desa (kades) maupun camat Toroh tak mengesahkan berita acara hasil seleksi, dan menggelar seleksi ulang yang lebih transparan dan tak berbau rekayasa.Kepala Desa (Kades) Krangganharjo, Mashuri membantah jika pihaknya melakukan pengondisian dengan panitia seleksi.Pihaknya tidak bisa memutuskan atas desakan warga. Namun, ia tidak menghalangi jika peserta yang tidak puas akan lapor kepada polisi atau pihak lain.Seperti diketahui, lantaran regulasi yang lemah, proses seleksi menuai banyak gesekan. Beberapa pihak yang gagal kemudian melakukan protes kepada panitia.Lemahnya regulasi dari Perda dan petunjuk pelaksanaan pemkab diduga menyebabkan seleksi perangkat desa masih rawan KKN. DPRD Grobogan sendiri sejak, Selasa (8/12), mulai panen aduan dari warga yang tidak puas.Selain kasus Desa Krangganharjo juga aduan warga Desa Wolo, Kecamatan Penawangan.(Bagus Muran)

Metro Realita News

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...