| Bantuan Suplai Air Bencana alam Grobogan |
Grobogan Metro Realita
Bangunan bertingkat dua di sebelah Barat Trafic Light perempatan utama sekitar 10 meter dari Pos penjagaan Lalu lintas terbakar .Akibat kebakaranToko Roti Megaria di Jalan Ahmad Yani nomor 10 Purwodadi, semalam menyebabkan bangunan di lantai atas luluh lantah menjadi arang.Seketika Petugas PLN Purwodadi dengan cepat langsung memadamkan aliran listrik supaya tidak terjadi konsleting.Hampir sejak pukul 18.30 WIB sampai dengan 20.00 WIB aliran Listrik
Sepanjang Jl R Suprapto sampai Palembahan Banaran ,Kuripan mati total,Pemadaman listrik 2 jam tersebut mengagetkan warga ,hingga saat malam tiba nampak bara api yang terletak di Jl Ahmad Yani nampak dengan jelas terlihat oleh warga dari kampung Banaran.Api yang mulanya mengepul asap hitam kini menjadi bara hingga melontarkan percikan dan dentuman keras ,percikan api yang berkobar ini mulai terbawa angin hingga di khawatirkan mengenai rumah penduduk.
Beruntung petugas pemadam kebakaran langsung tiba meski hanya membawa sedikit air yang disemprotkan ke bagian pinggir dinding tembok pembatas toko megaria ,hal ini dikandung maksud agar panas api tidak merembet ke toko di sebelah bangunan.Beberapa saat setelah nyemprot air sayangnya air yang menyembur hanya mengucur seperti air kencing anak kecil,masih dalam kepulan asap hitam,saat itu Pemandam kuwalahan bahkan sudah kehabisan air kemudian mundur untuk mengisi tangki ,namun setelah kembali ke tempat terjadinya musibah ,api sudah membakar seluruh isi ruang pada lantai atas hingga melalap bangunan yang dipergunakan sebagai musola dan gudang untuk menyimpan sebagian dagangan.Dan pada saat terbakar toko megaria belum tutup. Kebetulan yang tahu pertama kali pemiliknya, H Bakri.
Kepanikan warga semakin memuncak setelah dentuman keras menyusul saat api membesar ,dugaan kuat dentuaman tersebut dari Gas Elpiji atau benda lainya yang mudah terbakar ,seketika maksud warga hendak mengeluarkan untuk menyelamatkan barang dagangan yang masih di lantai bawah (Dasar) namun penjaga rumah tetap menutup dan melarang agar tidak masuk kedalam,hal ini untuk menjaga agar tidak ada terjadi korban jiwa.
Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa ,Namun kerugiaan diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Hingga Senin (7/12) pagi tadi, polisi masih mengumpulkan data kerugian akibat kebakaran.menurut keterangan warga bahwa pemilk rumah saat itu sedang di lantai dasar sehingga tidak menaruh sedikit kecurigaan bahwa pada lantai atas asap dan kobaran api sudah membesar ,dan akibat kebakaran dugaan besar penyebabya adalah dari konsleting arus pendek listrik.Api dapat dipadamkan sekitar 2 jam, kendati harus memakan waktu yang lama. Kobaran api tak merembet ke lantai bawah yang dijadikan toko, tempat di tumpuknya seluruh dagangan milik H Bakri itu.(Gus Murgan)