Grobogan Metro Realita
Tragis yang menimpa Nuck Setiawan (20) Jasadnya mengapung di kali lusi dalam keadaan membusuk ,diperkirakan sudah 2 sampai hari jasad Setiawan tenggelam di dalam sungai lusi.Saat Kabupaten Groboga memiliki hajad besar pemilihan ujian perangkat desa ,tiba tiba di kagetkan dengan penemuan seseorang mayat yang telah mengapung di kali lusi.Warsini (34) penduduk asli Jajar pedagang pasar induk Purwodadi ,kepada metro realita.”Mas tadi ada mayat ditemukan di kali lusi mayat siapa ya..? .”unkapnya Kru Metro Realita
langsung investigasi ke kelapangan,Ternyata benar mayat yang sudah tak bernyawa tersebut dugaan besar terseret arus dari jembatan lusi,dugaan warga mayat tersebut nyemplung dari jembatan dengan ketinggian sekitar 7 m ,yang kebetulan arus air kali lusi sedikit lambat.
Menurut keterangan warjo (39) waraga Menduran saat berada di TKP ,kalau mayat tersebut terjun dari jembatan kali lusi pasti langsung tewas,karena air saat ini surut dan nampak tunggak tunggak runcing dari dalam air ,”tandasnya ,bebarapa saksi juga mengatakan kejadian bermula saat saksi M Dori (47), penjual jagung bakar di pinggir jalan baru didatangi korban yang melintas mengendarai sepeda motor Jupiter dari arah utara (Blora-red) sekitar pukul 16.30. Ia lalu istirahat sambil makan jagung bakar.Kepada Dori, korban mengaku usai melakukan perjalanan dari Blora, tempat pakdenya tinggal menuju Semarang. Dia mengaku warga Semarang, Jalan Lamongan Nomor 9 Bendan Ngisor, seperti yang tertera pada kartu mahasiswa yang ditinggalkan.Beberapa saat makan jagung bakar, tatkala hari sudah gelap ia menitipkan motornya kepada bakul jagung. Ia pamit ke jembatan Kali Lusi, yang jaraknya sekitar 25 meter dari pangkalan jagung bakar tanpa alasan yang jelas."Kami curiga karena korban tampak begitu panik. Lantas kami susul ke jembatan. Di sekitar badan jembatan kami temukan barang korban yang ditinggalkan," jelas saksi M Dori yang dibenarkan saksi lain, Muh Zuhri (35).
Beberapa jam kemudian jenazah baru di evakuasi dan diangkat oleh warga ,ternyata indentitas korban tersebut adalah Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi) Undip Semarang angkatan 2009,kemudian Jenazahnya baru diketemukan warga di pinggir kali kedalaman tiga meter lebih tersebut di Dusun Pulosono, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Rabu (9/12) pagi tadi. Jenazah korban kemudian dievakuasi polisi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Raden Soedjati, Purwodadi.
Menurut Kapolsek Purwodadi AKP Sucipto kepada Metro Realita "Pertama kali mayat korban ditemukan oleh warga di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 04.00. Mayatnya terapung di pinggir kali dan kondisi sudah membengkak," terang Kapolres Grobogan AKBP Eko Wahyudi Krisgiyono SIK MSi didampingi Kapolsek Kota Purwodadi, Pihak polisi kemudian menghubungi keluarga korban yang ada di Semarang. Jenazah Nucky tidak diautopsi, tinggal menunggu diambil keluarganya.”Beberapa saksi mata melihat bahwa Barang yang digeletakkan di pinggir jembatan antara lain tas hitam yang berisi beberapa disket (CD), kartu mahasiswa, bukti pembayaran SPP Undip, telepon genggam merk Nokia warna hijau, dan sepasang sandal japit warna hitam.Kapolsek mengatakan, dari isi pesan SMS yang ada pada telepon genggam korban yang dibukanya, diduga ia tengah dirundung masalah keluarga. Ia menyebut nama ayahnya, dan mendapat kiriman SMS dari perempuan yang diduga sebagai istri korban. Sementara, pada layar telepon genggam korban juga terpampang gambar seorang bayi laki-laki berumur sekitar setahun yang diduga sebagai anak korban. "Seluruh barang milik korban masih disimpan di Mapolsek, " tegas AKP Sucipto (Bagus Murgan))