UJIAN PERANGKAT DESA KRONGGEN BRATI ADA 9 FORMASI DARI 42 PENDAFTAR ,GUGUR 3

Grobogan Metro Realita 
Pengisian perangkat desa di Grobogan berlangsung serentak, Senin (7/12), di 136 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Total formasi perangkat yang dibutuhkan ada 456 jabatan.Seleksi dilakukan secara tertulis. Soalnya pilihan ganda setara dengan siswa SMP jumlahnya 100 butir. Materinya pengetahuan umum, Pancasila, UUD 1945, Bahasa Indonesia, UU Pemerintahan Daerah,
dan peraturan tentang perangkat desa. Panitia ditunjuk perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat.Siapapun orangnya boleh ikut Tes Ujuan Perangkat desa ,tidak ada yang membatasi hak hak masyarakat baik itu keluarga ataupun siapa saja semuanya bisa ikut asalkan memenuhi persyaratan dan sesuai dengan Petunjuk Peaksanaan Teknis maupun Juklaknya.Yamg lebih terpenting lagi adalah mampu memahami materi ujian yang meliputi Pancasila dan UUD 1945,Bahasa Indonesia yang baik dan banar ,mampu memahami peraturan Perda ,Perdes ,Perbub dan pengetahuan umum lainya.Dalam peryaratan mendaftar calon erangkat desa sudah di susun tata tertib dan tentang tata cara pendaftaran yang selanjutnya masih ada ujian penyaringan sampai pembatalan dan koreksi hasil ujian bagi yang mendapat nilai tinggi akan lulus,hal ini kan sudah diatur dalam Perda Nomor 9 tahun 2006 Tentang pencalonan ,pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa ,lha kok ada saja yang masih belum tahu aturan tata tertib ini apa awalnya belum baca tata tertib langsung saja nyalon ?.”Tegas Daryana LSM Lipmas Grobogan dengan nada geramBagi yang kalah menerima kekalahanya dan yang menang juga jangan angkuh,dalam ujian tes perangkat desa Kronggen Kecamatan Brati sudah di jaga ketat oleh Muspika beserta seluruh perangkat desa ,kunjungan DPRD Kabupaten Grobogan dan anggota LSM ,Tokoh masyarakat dengan melotot mengawasi meniliti evaluasi monitoring menunggu sampai final ujian lha kok masih ada saja bikin ontran ontran,kalau hanya khawatir syudhon dengan berandai andai tidak ada bukti yang kuat tentang keberadaan istri kades yang ikut nyalon kenapa harus dipermasalahkan,toh materi yang di ujikan adalah yang membuat panitia dan panitia juga mengoreksi hasil ujian dan petugas pengoreksi adalah yang menunjuk panitia yang kemudian dituangkan dalam berita acara kemudian langsung diumumkan dalam waktu yang singkat baik pembuatan soal materi yang sudah di karantina sampai pengumuman yang sudah di jaga ketat”imbuhnya
Dari sudut pandang sepihak bagi mereka yang ikut ujian dan tidak berhasil lolos Senin (7/12),hanya menduga duga tanpa dilengkapi bukti yang kuat dapat memperparah suasana , mempertanyakan keberadaan istri kepala desa (kades) yang ikut nyalon. Mereka mengkhawatirkan hal demikian lantaran bisa mengakibatkan proses seleksi menjadi tidak fair.Nur Sri Utomo (30), salah seorang peserta tes mengatakan, dari 40 peserta tes perangkat desa, dua di antaranya adalah kerabat kades Kliwon. Pertama istrinya, Sri Supartini, melamar kepala urusan (kaur) pembangunan. Kedua, keponakan kades, Doni, yang melamar sebagai kepala dusun (kadus).Fakta yang terjadi di lapangan bahwa dalam ujian perangkat desa di Balai Desa Kronggen Kecamatan Brati yang terletak di Jl Purwodadi –Kudus Km 11 Kronggen Brati sudah berlangsung tertib ,materi ujian tertulis di susun dan dibuat oleh panitia dilakukan secara jujur dan rahasia ,hasil ujian sudah di tuangkan dalam berita acara ,kemudian peserta ujian dan ketua panitia menandatangani Palaksanaan ujian setelah ujian selesai dilaksanakan ,saat Metr Realita di lapangan tidak diketemukan kebocoran materi ujian atau soal jawaban,ujian berlangsung aman dan Jurdil Sementara, ketua panitia Hardijono saat di temui Metro Realita mengatakan.” proses seleksi tetap dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan bupati dan aturan yang ada.dan belum adanya pelanggaran yang dilakukan oleh peserta ujian seperti ,Peserta ujian maupun panitia tidak ada yang tertangkap tangan mengenai kebocoran soal ,semua dilaksanakan apa adanya dan penuh tanggung jawab ,apalagi pengkodisian hal ini tidak pernah terjadi dan semuanya di tentukan dari kecerdasan masing masing peserta dalam pemahaman materi yang di ujikan,tentang adanya gosib yang menduga duga tolong hal ini dihilangkan karena ini merupakan fitnah sepihak.”sak elek eleke kulo niki nggih sampun ngertos aturan kalian sangsi kok pak mulo yen iso nggih mboten usah neko neko sing lempeng mawon.”kata Hardijono
Menanggapi surat Pernyataan tersebut bagi para peserta sebelum masuk tes awalnya juga harus menandatangi daftar hadir yang kemudian tanda tangan terakhir adalah tanda tangan Berita acara sesuai dengan petunjuk teknis pengisian perangkat desa tahun 2009 Perbup No.10 Tahun 2009 Pada Huruf .E (Tentang Ujian Penyaringan)”Peserta harus membuat surat pernyataan sendiri untuk menandaskan pelaksanaan seleksi sudah sesuai aturan,” kata Hardijono Kepala Desa Kronggen,Kecamatan Brati Kliwon Utomo saat di temui Kontras, seleksi perangkat desa diikuti 42 orang untuk memperebutkan sembilan jabatan. Yakni dua kadus, tiga kaur, dan empat modin. Namun yang datang ikut ujian sebanyak 39 orang,Calon yang tidak bisa hadir dalam Tes Penerimaan calon perangkat desa antaralain adalah Sutarman Formasi sebagai Kaur Keuangan ,Ahmad Solekan Formasi sebagai Modin Kronggen ,dan Junaidi Formasi Sebagai Modin Mayang.Dalam ujian perangkat desa Kronggen bagi yang Berhasil lulus adalah sebagai berikut Gudiyono Formasi Kadus Sembukan dengan nilai 97 ,Romdoni dengan formasi Formasi Kadus Karangasem dengan nilai 93 ,Sri Suparatini Formasi Kaur Pembangunan dengan jumlah nilai 93 ,Suwiknyo Formasi Kaur Kesra nilai 98 ,Khosiin Formasi Modin Kronggen nilai 88 ,Faruroji Formasi Modin Sinawah nilai 88 ,M Mustakim Formasi Formasi Modin Mayang nilai 80 ,Mukidi Formasi Modin Sembukan dengan nilai 84 ”istri saya memang juga ikut dalam ujian alhamdulilah juga berhasil lolos tanpa ada sabotase dan kecurangan,” ungkap Kades dengan wajah penuh kepolosan (Bagus Murgan)


Metro Realita News

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...